It’s Yamacati

Yamaha Jupiter MX 135LC 2009 (Sintang)

Ubah genre dari bebek ke sport

Ini Yamaha Jupiter MX 135LC! Karena sudah tampil begini, bolehlah teriak wow! Sosok Jupie yang kondang pamornya lewat sosok Komeng, enggak ada lagi. Yang nongol sosok motor sport anyar. “Mau disebut Yamacati MX boleh lah. Soalnya banyak aplikasi peranti Ducati yang terpasang,” kekeh Erick Krisley, sosok biang kerok yang sakses ubah MX jadi begitu.

Spidometer tetap milik MX 135

Yamacati alias Yamaha Ducati. Intinya sih, Erick dari 69 Concept di Jl. J.C. Ovang Orray No. 5, Baning, Sintang, Kalimantan Barat dapat order dari Heri Syefridi. Ia seorang warga Sintang yang punya pekerjaan driver truk tangki solar. Punya angan-angan besar. Ingin nyemplak Ducati, namun adanya Jupiter MX.

Tangki bisa dibuka buat permudah seting mesin

Permintaan yang tergolong extreme karena ubah genre dari bebek ke sport, mewajibkan bikin sasis baru. Frame MX, yang tersisa hanya komstir dan dudukan mesin. “Lainnya custom, bahannya pipa baja 3/4 inci. Rangkaian sasis disesuaikan kaki-kaki limbah dari Ducati. Konsep rangka, mirip Ducati 1098. Karena bentuk faring, tangki, buntut juga tiru tipe itu,” celoteh Erick yang diangguki Donak dan Indra, karyawannya.

Bisa buat boncengan dong!

Peranti limbahnya pun komplitbro, comot dari Ducati 996. Mulai upside down, pro arm lengkap monosok, pelek depan dan belakang serta rem Nissin 4 piston. Sangar tenan!

Sedangkan aplikasi bodi termasuk fairing, tangki, buntut cukup menggunakan fiberglass. Tentunya dimensi bodi disesuaikan rangka custom yang terjalin menggunakan las listrik dan rapi.

Knalpot muncul di buntut!

Uniknya, pengembangan proses bentuk sasis serta bodi tak hanya mengindahkan segi estetika semata. Tapi, juga multifungsi. Dan, itu ada tujuannya. Misalnya bosan dengan fairing serta riding nunduk, bodi tinggal dilepas. Akan hadir sosok motor naked bike. (www.motorplus-online.com)

Advertisements

Yamaha Jupiter MX 135LC, Datang dan Menang

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2010 (Bali)


Ada yang beda di gelaran Yamaha Cozztumatic 5, lantaran ada kelas baru. Yaitu, First Entry. Kelas ini sejatinya ditujukan buat para pelajar suka modifikasi dan motor yang dipamerkan belum pernah juara kontes modifikasi. Maka syaratnya wajib bawa kartu pelajar atau akte lahir selain kelengkapan motor.
Nah, di YC 5 yang berlangsung di Lap. Renon, Denpasar-Bali beberapa waktu lalu, Yamaha Jupiter MX135 LC milik I Kadek Wahyu Dwi Esa Putra ini sebagai jawaranya. Padahal aliran modifikasi yang diandalkan I Kadek Wahyu cuma Modif Funky alias Fashion Standar jika turun di salah satu kelas ajang ini.

“Kalau di Bali, mungkin terkenalnya Modif Funky. Gaya modifikasinya enggak neko-neko tetapi wajib tampil elegan. Makanya saya pilih warna biru cerah plus krom di beberapa komponen. Dan ini, jadi indentitas kami di komunitas Injected,” ucap warga Jl. Sayan, Ubud, Gianyar-Bali.


Untuk urusan bodi, memang nggak banyak ubahan yang radikal. Paling terdapat pemasangan part variasi macam spidometer, odometer, ampere bensin di masing-masing sayap. Bikin ramai lagi, di tengah cover bodi kasih oil cooler pajangan plus stabilizer ke arah setang.

“Kesan funky bisa dilihat pada pemasangan emblem Yamaha di moncong sepatbor depan. begitu juga dengan penggantian mika lampu depan, sein juga lampu rem belakang yang warnanya senada. Agak sedikit centil, stiker corak tribal melekat di tebeng depan dan buritan,” imbuh I Kadek Wahyu yang menyerahkan modifnya ke Wahyu Injected.

Kelir biru cerah pun dipadu komponen yang dikrom biar berkesan motor rapi dan bersih. Makanya, tabung sok depan dibikin kinclong berikut kaliper dan adaptornya. Semua tampak seimbang dengan pemilihan handle grip serta spion yang berwarna kinclong. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban : FDR Sport MP27
Pelek : Takasago Excel
Knalpot : SND Racing
Slang rem : Variasi
Stablizer rantai : Variasi

Yamaha Jupiter MX 135LC, Ceper Bergaya Adventure

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2012 (Jambi)

Di komunitas Jambi Auto Modified (JAM) yang bermukim di kota Jambi, para punggawanya punya kebebasan berekspresi dalam hal memodifikasi tunggangan. Meskipun modif aliran ceper dan pelek lebar dari ban (chamber) jadi main frame klub yang beranggotakan 12 orang itu.

“Selain motor mesti ceper dan pasang ban chamber, kami memang dibebaskan mengembangkan modifikasi. Makanya teman-teman sudah ada yang mengarahkan modif aslinya ke gaya fungky style, adventure atau dab city biar kelihatan lebih variatif,” ujar Febriansyah Armanto alias Rian salah satu anggota JAM.

Karena bebas memilih, Rian lebih mengarahkan motor cepernya bergaya adventure. Dimana, peranti-peranti khas turing biasa ditempelkan di motor. Seperti pemasangan handguard produk variasi di bagian ujung setang kanan-kiri. Part tersebut kerap dipakai motor-motor penjelajah.

Selain handguard juga terpasang wadah tempat minum khas motor turing yang dibeli satu paket dengan botol air. “Untuk wadah air pasang di balik cover batok lampu. Semua itu, saya pasang sendiri karena tidak terlalu sulit memasang dan menempatkannya,” imbuh warga Jl. Terminal Baru, Sintang Limbo, Jambi.

Lantas untuk modifikasi ceper yang dilakukan Rian di tunggannnya, terbilang simple. Tanpa banyak ubahan, kesan motor ceper sudah dapat terlihat jelas.

“Sok depan dibikin ceper dengan cara mengambil pegas di dalam tabung sok. Makanya pipa teleskopik mentok sampai bawah tanpa kuras oli. Sengaja tidak dikuras karena kalau mau balik ke standar, tinggal masukan lagi pegas ke dalam pipa,” imbuh karyawan di salah satu toko HP merek Wellcomm.

Lantas untuk kaki belakang, biar kelihatan ceper, Rian akui tidak ada yang diubah di bagian itu. Cuma yang bikin motor ini terlihat rendah, karena sepatbor belakang diganti punya Honda CS1 dan juga pasang sepatbor kolong Yamaha Byson.

“Karena sepatbor belakang terlalu rapat dengan buritan, makanya jadi kelihatan kayak ceper,” aku Rian yang dapat juara II kelas Bebek Fungky ajang Jambi Auto Contest.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 70/80-17
Ban belakang: Corsa 80/90-17
Pelek: Champ
Cakram depan: TDR
Sepatbor kolong: Yamaha Byson

Yamaha Jupiter MX 135LC, Gas Gas Versi Pahe

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2007 (Solo)

Tukang insinyur’ pabrikan Gas Gas dari Spanyol sono, bakal gumun (heran; red) dan akan mengernyitkan dahi sampai berkerut. Itu jika mereka melihat motor trial ini.
Trail ini diberi nama Gesges MX oleh ownernya, Ronny Hotapea. Beneran, bro! Pasalnya Gesges MX gawean Solo, Jawa Tengah ini pede bila bersaing tampilan dengan Gas Gas TXT Pro 250, yang belakangan ini banyak beredar di Solo.

Monggo deh amati detilnya! Apik tenan, rapi jali. Makanya boleh kali ya, disebut versi kw alias atawa paket hemat. Soalnya, yang dipakai buat basis pacuan berasal dari Yamaha Jupiter MX 135LC.

Intinya bukan sembarang KW. Soalnya selain detail pas, dari segi performa juga sip. Contoh, kaki-kaki. Ronny begitu sapaannya, dari motor trial.

“Sokbreker depan pakai Serco. Kalau swing arm beserta monosok dicomot dari Gas Gas. Pelek dan ban, pakai spek trial tuh. Biar sip melibas gunung batu segede rumah. Kan traksinya dapat terus,” bangga Ronny begitu sapaannya. Wowww..!!

Ronny yang tergabung pada komunitas ATC (Adventure Trail Community) Solo, memang enggak sembarangan ngebangun semplakan bebek yang ngetop dengan ikonnya Komeng.

Pria yang berkulit putih dan doyan blusukan dengan motor trail itu, sampai libatkan beberapa bengkel modifikasi, untuk wujudkan trial impiannya. Tujuannya, soal tampilan juga performa.

“Saya pakai 3 bengkel sekaligus. Soalnya masing-masing bengkel itu piawai pada bidangnya,” alasan warga Palur, Solo yang sebenarnya bisa menebus versi asli Gas Gas.

Singkatnya sih, ada beberapa bengkel yang dirujuk. Diantaranya Budi Kieng dari Loeck Racing Karanganyar, kebagian susun frame dan masukan mesin ke rangka kustom dari pipa baja seamless itu.

“Sudut rake komstir, bentuk serta ukuran sasis, menyadur dari Gas Gas TXT Pro 250. Pengelasannya rapi dan kuat. Buktinya motor sudah dihajar di trek bebatuan. Enggak ada tuh sasisnya yang melintir,” kekeh Ronny.

Selain Budi, ada pula nama Hendro Modified yang bercokol di belakang kampus UNS. Dia ini kebagian job bikin tangki yang kapasitasnya hanya 2,2 liter. sekaligus, bikin filter karburator yang berfungsi sebagai filter dan rumah aki. Uniknya komponen itu dibuat dari aluminium sehingga meringankan bobot motor.

Finishing dan perawatan, diserahkan ke Dewo dari bengkel Suta Racing, Jagalan. “Soal lengkungan pipa knalpot, itu garapan saya bro. Silencer ambil dari Yamaha YZ 125. Namun dalamnya sudah dibobok, supaya tenaganya keluar,” bangga Ronny. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Dunlop Trial 2,75×18
Ban belakang : Dunlop Trial 4,00×18
Sok depan: Sherco
Rem depan: Honda GL Pro
Rem belakang: KTM 85

Yamaha Jupiter MX 135LC, Senang Masih Bisa Juara

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2005 (Tasikmalaya)
Meski turun peringkat, modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC garapan Yana Herdiana masih bisa menang di Yamaha Cuzztomatic 5. Di kelas yang sama, Non Matic Fashion Advance, tunggangannya kini di posisi ke-2. Padahal event Yamaha Cuzztomatic 4 lalu jadi juaranya.
“Target sih juara lagi di YC 5. Cuma apa daya, persaingan sekarang cukup ketat dan saya punya waktu sedikit untuk memaksimalkan ubahan. Makanya motor ini turun apa adanya dan nggak banyak ubahan,” ujar Yana yang tinggal di Jl. Pasar Kidul No. 65, Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Cuma biar event YC 4 sudah lama bergulir, Yana masih konsisten menjaga motor ini tetap enak dipandang. Mengusung tema modifikasi racing look, motor ini sudah alami sebagian ubahan sesuai regulasi di kelas tersebut. Seperti penggantian tebeng depan Yamaha New Jupiter Z.

“Lampu sein di tebeng depan saya jadikan lampu utama. Lalu bagian atasnya dicustom ulang buat dudukan windshield. Ubahan ini sebagai efek dari penggantian setang jepit variasi buat V-ixion yang terikat di adaptor. Makanya dilihat dari depan, mirip tebeng depan motor balap,” aku warga Kota Salak sebutan tempat tinggalnya.

Untuk bagian bodi tengah masih andalkan aslinya. Cuma berhubung aliran modif racing look, buntut belakang dicustom biar kelihatan meruncing plus disertakan dudukan lampu rem dan pelat nomor. Makin sempurna konsep modifnya, lengan ayun asli diganti model pro arm. Sempurna. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban : Swallow dan Dunlop
Pelek  : Daiichi dan NSR SP
Sok depan : Gazi
Kaliper depan : Kitaco
Knalpot : Nobi Racing
 

Yamaha Jupiter MX135, Supermoto Ala Pak Polisi

Modif Yamaha Jupiter MX135, 2010 (Semarang)


Yamaha Jupiter MX 135 milik Suhardi yang seorang Polisi DITPOLAIR di Polda Jateng ini menarik dibahas. Bukan karena motor ini milik seorang Briptu, tapi memang dari sisi desain, acuan yang coba dianut cukup jelas dan pengerjaan terhitung rapi.
Sekilas tampilan dari Kawasaki KLX cukup kentara pada motor yang dikelir oranye kombinasi hitam ini. Seperti teromol, piringan cakram, lengan ayun dan juga bodi set aplikasi dari kepunyaan KLX. Tapi, jika diperhatikan seksama, ada bagian yang disesuaikan selera pemiliknya.

Basic motor MX 135 sebenarnya tidak begitu mendukung untuk dibuat tampilan trail. Maka itu, dia coba konsultasi ke rumah modif Pap & Mam Modified (PMM) di Jl. Kedung Mundu, Semarang, Jawa Tengah. Hasil konsultasi, akhirnya disepakati membuatkan rangka baru.

“Jupiter MX merupakan motor bebek. Untuk itu jika kita ingin mengubahnya jadi trail, maka semuanya harus ubah,” buka Hendro yang komandan dari PMM. Tak tunggu lama, seluruh bagian motor dimutilasi, hanya meninggalkan mesin saja.

 

Desain rangka dibutuhkan kepresisian dalam hal dimensi dan komposisi tampilan motor secara keseluruhan. “Yang punya motor inginnya tidak terlalu tinggi. Sehingga perlu dibuatkan desain yang pas sehingga tampilan motor tidak kedodoran,” lanjut pria yang mulai fokus pada modifikasi fungsional ini.

Untuk rangka bagian atas, dipilih pipa besi yang mempunyai diameter ¾ inci, sedangkan untuk bawah dan sub frame didesain ulang dengan mengandalkan pipa ½ inci. Nah, rangka harus padu saat disandingkan lengan ayun dari KLX.

“Saat set mesin di rangka, sempat alami masalah. Bensin netes terus, karena posisinya tidak pas. Jadi harus mendesain ulang rangka,” bebernya.

Berikutnya! Untuk menambah kesan gahar, tampilan deltabox yang terbuat dari serat fiberglass dipasangkan. Dari fungsi, mungkin tidak begitu besar. Tapi, secara visual dengan adanya sasis ‘tipuan’ ini motor semakin terlihat macho.

Dari kaki-kaki, andalkan upside down. Ini, dikombinasikan dengan lingkar roda diameter 17 inci. Baik depan maupun belakang. “Karena motor lebih banyak dipakai di permukaan aspal, maka ban pakai kembangan buat aspal dan tanah. Atau, dual purpose,” beber mekanik yang memilih ban Swallow ukuran 100/80-17 untuk depan dan 120/80-15 (belakang).

Tak tertinggal, pengecatan diserahkan pada Rief Painting&Airbrush di Jl. Amposari, Kedungmundu, Semarang. Warna oranye khas KTM yang dikombinasikan dengan garis-garis hitam, semakin menonjolkan sisi maskulin dari pacuan. “Warna ini pakai cat Blinken yang ditutup dengan clear Spies Hecker,” tutup Arif sang brusher. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pelek: TDR
Monosok: DBS
Setang: Baros
Knalpot: AHM
Pap&Mam Modified: 0813-2825-4585

Yamaha Jupiter MX 135, Eye Catching

Modif Yamaha Jupiter MX 135, 2011 (Jakarta)

Disebut sederhana, karena ubahan Yamaha Juiter MX 135 milik Reinaldi Pandama ini memang tidak begitu extreme. Begitunya tampilan keseluruhan bisa terbilang eye cacthing.

“Sengaja saya bikin motor yang simpel, enak dilihat juga nyaman jika diajak riding,” argumen Reinaldi.


Kesan sederhana itu luntur, karena terlihat dari hasil semprotan warna kreasi Budi Santoso dari Studio 10 dari Jl. Sunter Jaya 1, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Permainan motif grafis dengan warna yang kalem, tetapi bisa mengundang orang untuk melirik.

“Modalnya, cat Danagloss yang dipakai untuk melabur bodinya. Sedangkan Blinken, buat pernis,” kata Budi yang ‘nengok’ jika dipanggil Babeh.

Nah, biar lebih ciamik. Bagian kaki-kaki dicelup krom, agar kesan sederhana tetapi mencerminkan pemiliknya yang rajin merawat pacuannya. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI

Ban depan: Comet 60/80-17
Ban Belakang: IRC 70/90-17
Rantai dan gir: TK
Sok belakang: YSS
Studio 10: (021) 9963-9600