Upgrade Performa Yamaha Jupiter MX, Power 2 Kali Lipat

Test Produk

Beberapa komponen parts peningkat performa sepeda motor tinggal pilih sesuai selera. Bukan hanya untuk motor matik saja yang mulai ramai di aplikasi. Untuk motor bebek seperti Yamaha Jupiter MX juga ada.

Merek partsnya juga cukup banyak. Sekarang yang terbaru dari TK Racing. Tersedia blok, ceramic siroline, piston 62 mm, kem, karburator TK PE28 dan CDI TK. Sedangkan knalpot pakai produk aftermarket yang cukup banyak di pasaran.

“Sebenarnya beberapa parts ini sudah tahap riset. Tapi, belum dipasarkan luas. Rencananya dalam waktu dekat akan dilaunching,” kata Agung Nugroho, Technical Consultant Polaris Racing 99. Kesempatan ini tak dilewatkan. Setelah tahap riset, parts racing dijadikan obat penasaran MOTOR Plus.

Untuk membuktikan kemampuan produk ini, Yamaha Jupiter MX keluaran 2009 dijadikan kelinci percobaan. Motor langsung dibawa ke mesin dynotest yang dipunyai Polaris Racing 99 di Jl. Kebon Jeruk III, No. 99, Jakarta Barat.

Power standar Yamaha Jupiter MX pada pengetesan pertama mencapai 11,8 dk pada 8.380 rpm. Sedangkan torsi mentok di angka 11,18 Nm. Hasil tes awal ini menjadi tolok ukur kemampuan motor untuk tes selanjutnya. Gede amat powernya? Bisa jadi kalibrasi dinotesnya beda.

Hasil standar sudah didapat. Selanjutnya, motor yang dipakai untuk kendaraan harian ini langsung dibongkar. Makanya ubahan parts yang dipasangnya ini juga terlalu ekstrim. “Piston yang berdiameter 62 mm juga tak terlalu riskan bikin mesin rewel di jalan,” jelas Agung.

Setelah hasil tes awal ini, setingan mesin berikut dengan parts baru yang sudah terpasang juga disesuaikan. Namun penyesuaiannya juga enggak kelewat ekstrim. “Namanya juga buat motor harian,” timpal Agung lagi.

Enggak banyak bicara langsung motor kembali running di atas mesin dyno. Motor digeber beberapa kali sampai teriak di rpm 8.000 lebih. Hasil akhir power yang didapat memuaskan. Power mencapai 24,2 dk dan torsi meraih 20,20 Nm.

Dengan hasil power segini sebenarnya masih bisa naik lagi. “Iya, soalnya stroke masih standar. Kalau ikut diganti atau custom ulang dijamin bisa lebih maksimal lagi,” semangat Agung yang bisa dihubungi di nomor 0857-8157-3606. (motorplus-online.com)

Hasil Tes
Rpm   Power  Torsi
8.206  18,9  16,84
8.873  24,2  20,20
8.860  24,2  20,18
8.926  21,3  17,55
9.551  20,3  15,56
10.143 19,8  14,29
10.663 19,4  13,27
11.085 18,3  11,95
11.569 17,5  11,01
11.930 14,9  9,03

Standar
Rpm   Power Torsi
6.500 9,9   10,80
6.589 10,4  11,18
6.750 10,5  11,01
7.000 10,6  10,81
7.250 10,9  10,73
7.500 10,8  10,28
7.750 11,2  10,32
8.000 11,5  10,21
8.250 11,4  9,85
8.380 11,8  9,99

Duo Yamaha Jupiter MX 135 LC, Hanya Beda Sproket

Modif Yamaha Jupiter MX 135 LC, 2012 (Manila)

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pembalap lain, dua rider di kelas Manual Transmision dalam Yamaha Asean Cup Race merupakan bintang di gelaran itu. Dua Yamaha MX 135LC ini digeber oleh Tami Pratama dan Agus Setyawan. Keduanya naik podium pertama masing-masing di heat 1 dan heat 2.
Di ajang balap semerek ini memang berbeda dengan balapan seperti di kejuaraan nasional macam MotoPrix yang seting mesin dan penggantian komponen penunjang performa diperbolehkan. Setingan awal motor ini kabarnya dibikin dari Yamaha Thailand. Beberapa komponen menggunakan part high performance dari TDR, seperti piringan rem dan slang rem.

“Selain mesin yang telah ada, untuk balap ini penggantian hanya boleh dilakukan pada karburator, seting suspensi, ganti dan seting gir, serta seting CDI,” jelas Harris Sakti ‘Mletis’ Prabowo dan Heru ‘Pak De’ Hardijanto. Mekanik Indonesia yang kesana mendampingi pembalapnya.

Makanya motor Yamaha besutan semua pembalap di event tahunan antar Negara Asia Tenggara ini tidak mengubah spek yang ekstrem. “Bisa dibilang spesifikasinya sama,” jelas Supriyono, Ketua Kontingen Tim Yamaha Indonesia.

Gelaran diadakan di trek dadakan sebuah lapangan parkir ini mirip lintasan di Kemayoran, Jakarta. Trek pasar senggol butuh power di putaran yang lebih rendah. Biar enggak kedodoran di trek lurus dan enteng diajak rolling speed di chamber high speed.

Torsi juga mesti cukup besar namun letaknya di rpm yang lebih rendah. Untuk menunjang power, karburator ganti dengan TMR 28 mm. Pilot-jet 30 dan main-jet 140. “Pasnya pilot-jet naik 2,5 sedangkan jarum skep ganti dari seri 53 ke 52 ,” tambah Pak De Heru.

Sementara pengapian untuk keperluan di Santa Rosa, Laguna yang memiliki trek panjang sekitar 400 meter, pihak Yamaha Indonesia hanya menaikkan limiternya saja. “Rpm bisa mencapai 13.500,” ungkap Mletis.

Yang membedakan modifikasi balap dari dua jawara ini adalah perbandingan gir depan dan belakang. Untuk motor besutan Agus, menurut Hawadis yang juga mekanik Indonesia, pihaknya memberikan perbandingan lebih enteng dibanding perbandingan motor Tami.

Pada gir depan motor Agus dan Tami sama-sama dipasok 14 mata. Sedangkan belakang Agus 60 mata dan Tami 1 mata lebih sedikit. “Ini karena Agus lebih berat dari Tami. Setelah diukur dengan wearpack, bobot Agus 72 kg sedangkan Tami 68 kg,” jelasnya.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR Sport MP 76
Ban belakang: FDR Sport XR
Knalpot: Yoshimura
Footstep: Undebone

Yamaha Jupiter MX 135, Enteng Ladeni Satria F-150!

Modif Yamaha Jupiter MX 135, 2011 (Jakarta)
Jangan sangka kalau engine tipe SOHC (Single Overhead Chamshaft) keteteran kala disandingkan dengan engine DOHC (Double Overhead Chamshaft). Buktinya, Yamaha Jupiter MX 135 yang SOHC milik Vidi Pramestian ini diyakini mampu menandingi Suzuki Satria F150 yang notabene usung konfigurasi DOHC.
Agar bisa sekencang Satria F-150, MX milik salah satu teller Bank swasta di Jakarta ini kudu dibore up! “Cukup main piston 58 mm. Itupun pakai model paketan berikut silinder blok,” beber Richard Riesmala selaku tunner A2 Speed.Tentunya, ada penyesuaian seting yang kudu dilakukan ketika aplikasi piston yang kini bikin volume silinder jadi 155,4 cc (stroke tetap standar, 58,7 mm).”Karena posisi piston sedikit terpendam dari bibir silinder blok, jadi dibubut bagian bawah silinder sekitar 1 mm,” ujar Mpe, sapaan akrab Richard. Melalui langkah ini, permukaan piston menjadi sejajar dengan bibir silinder.

Selain membuat posisi piston lebih ke atas, rasio kompresi mesin juga lebih meningkat. Terlebih, piston ini juga tidak memiliki bagian permukaan yang menonjol alias dome piston. Jadi, Mpe juga tak kuatir piston bakal mentok klep.

Tetapi, buat ikuti ubahan piston yang lebih besar, tunner 33 tahun itu juga ganti klep isap dan buang pakai diameter payung klep besar. Jika klep standar MX135 bermain di 19 mm (in) dan 17 mm (ex), kini ruang bakar disesaki klep 21 mm (in) dan 19 mm (ex).

Buat klep ex, pakai milik MX. Ya, klep standar MX yang sebelumnya menjadi klep isap, dipakai menjadi klep buang. Sedang klep isap 21 mm yang sekarang, mencomot milik Suzuki Thunder 125.

“Untuk durasi kem dibikin ulang lagi. In dibikin 261º, ex dibikin jadi 262º. Hitungan lift klep sekarang jadi 8 mm,” tambah Mpe yang bengkelnya di Jl. Joglo Raya, No. 92, Jakarta Barat. Tingginya lift klep, membuat Mpe kudu memperdalam bagian coakan klep yang ada di piston. Jadi, enggak kuatir mentok.

Power yang beranjak naik dari kondisi standar, Mpe juga lakukan penggantian bagian kopling. Kampas kopling, tak lagi pakai milik MX. Tapi, diganti pakai Kampas Honda Supra X125. “Kampas Supra sedikit lebih tebal dari MX. Jadi, lebih menggigit,” tutup tunner 2 anak itu.

Cetarrr…!. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Karburator: Keihin PE 28
Knalpot: R9
A2 Speed: (021) 938-41092 

Paket Bore Up Kawahara Untuk Jupiter MX 135, Bengkak Jadi 177 cc

Kalau sobat merasa power pacuan Yamaha Jupiter MX 135LC miliknya masih kurang galak, bisa lirik paket yang ditawarkan Kawahara Racing.“Volume silinder bisa naik hingga 177 cc. Tidak perlu banyak penyesuaian untuk pasangnya. Karena sudah dilengkapi dengan part lain. Radiator juga tetap berfungsi,” beber Jessy Liga Siswanto selaku owner Kawahara Racing.

Yap! Paket bore up ini mengusung diameter piston 61,9 mm. Jadi, dari kapasitas MX yang sebelumnya bermain di 134,4 cc, isi silinder dibikin bengkak hingga 176,6 cc. Kalau dibulatkan jadi 177 cc.

Maka itu, enggak perlu tanya lagi power yang keluar. Pastinya dengan kenaikan volume 42,2 cc, muntahan tenaga yang keluar sudah bisa bikin pacuan berlari lebih cepat dari kondisi awal. Untuk urusan suhu engine, tak usah khawatir juga. Karena liner silinder blok mengaplikasi bahan atau material tahan aus.

Harga yang ditawarkan untuk paket bore up ini, Rp 700 ribu. Sudah termasuk pen piston, ring piston dan paking blok. Kalau berminat, silakan kunjungi Lucky Motor di Jl. Sukasari I No. 25, Bogor, Jawa Barat. Atau, bisa telepon juga ke (0251) 8322653.

Gazz poll!.  (motorplus-online.com)

Head BRT Untuk Jupiter MX dan V-Ixion, Sudah Klep Lebar


Material klep setara katup Sonic

 

Untuk meningkatkan power mesin, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan klep lebar. Karena klep lebar mampu meningkatkan efisiensi volumetris menjadi lebih besar.

Seperti head yang disiapkan untuk Yamaha Jupiter MX 135 LC dan V-xion yang sudah diluncurkan Bintang Racing Team (BRT). Sudah menggunakan klep in 21,9mm dan ex 19mm. Standarnya, in 19mm dan ex 17mm.

“Berdasarkan pengukuran flowbench 127 cfm, standarnya hanya 100 cfm. Sedangkan volume total grafik flowbench asalnya 600 cfm jadi 880 cfm,” sebut Tomy Huang dari BRT.

Normalnya dibanderol Rp 2,5 juta, namun harga promosi sampai akhir November dipatok Rp 1,5 juta. Lengkap berikut klep bermaterial setara klep Sonic. Serta pemasangan sitting klep sistem cryogenic atau pendinginan. Lebih lengkap silakan ke Jl. Mayor Oking, Cibinong, Bogor. HP 0811-913-226.   (www.motorplus-online.com) 

Tes Kem Kawahara K-1 Yamaha Jupiter MX, Naik 1,13 HP

Kami terbuka bagi siapa saja yang produknya mau diuji. Ayo kontak kami. Seperti Kawahara, menantang uji kem New K-1 untuk Yamaha V-ixion dan Jupiter MX.New K-1 artinya untuk motor harian. Kem Rp 350 ribu ini punya lingkar pinggang in 25,22 mm dan tinggi bumbungan 31,80 mm. Lingkar pinggang ex 25,22 mm dan tinggi bumbungan 31,80 mm. Durasi in 252 dan ex 249,” papar Jessy Liga Siswanto, bos Kawahara.

Menggunakan Jupiter MX 2005 milik Muhammad Arif. Kerenggangan klep in 0,6 mm dan ex 0,8 mm. Tes dilakukan pakai dynotest milik Ultraspeed Racing di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 42 Ciledug, Tangerang.

Buat perbandingan, MX standar dirunning dulu. Peak power 11,05 hp/8.664 rpm dan torsi 11,01 Nm/6.252 rpm. Giliran pasang kem New K-1. Kemudian motor kembali dirunning beberapa kali.Hasilnya power engine naik 1,13 hp dari standar. Peak power yang dihasilkan 12,18 hp/8.299 rpm. Torsinya jadi 10,94 Nm/6.971 rpm. Mantap ya?

Trus mesti bilang wow gitu? (motorplus-online.com)

Power (hp)
Rpm       Kem Standar       Kem New K1
5000      3,91                    1,43
5500      8,35                    7,34
6000      9,36                    8,73
6500      10,04                  10,02
7000      10,46                  10,83
7500      10,67                  11,36
8000      10,80                  12,06
8500      11,03                  12,17
9000      10,90                  11,91

Torsi (Nm)
Rpm        Kem Standar      Kem Kawahara
5000       5,49                   2,01
5500       10,80                 9,33
6000       10,93                 10,27
6500       10,97                 10,88
7000       10,64                 10,93
7500       10,09                 10,74
8000        9,59                  10,63
8500        9,19                  10,10
9000        8,61                  9,36

Kruk As Naik Stroke Faito, Tersedia Untuk Jupiter MX dan Karisma

Cara untuk meningkatkan volume silinder tidak hanya main bore up. Bisa juga dilakukan dengan cara stroke up. Namun banyak yang ragu karena setelah stroke up khawatir tidak balance. Motor malah bergetar dan power yang dihasilkan kurang maksimal.

Tapi, kini jangan khawatir. Khususnya bagi pemilik Yamaha Jupiter MX 135LC atau Honda Karisma. Tersedia kruk as yang bisa tinggal pasang. Enggak perlu repot balancing bandul kruk as pakai timah atau main bubut. Kini tersedia kruk as buatan Faito Malaysia.

Posisi big end sudah lebih keluar 3 mm dari standar. Total stroke yang didapat 6 mm. “Jadi, enggak pakai pen stroke lagi,” terang Acien alias Ergus dari R-59 Racing di Jl. Dewi Sartika No. 32, Ciputat, Tangerang.

Asyiknya, pihak Faito juga sudah menyediakan paking ketebalan 3 mm. Jadi, tidak perlu harus bikin paking untuk ganjal blok. “Banyak yang senang pakai. Karena kualitas produknya bagus, bahan kuat, power yang didapat juga sesuai,” promosi Acien yang punya istri dari Aceh itu.

Untuk harga yang ditawarkan Rp 1,250 juta. Lebih kompletnya bisa langsung tancap gas ke markas R-59 Racing atau kontak Acien di (021) 7430062. Siapa tahu  harga bisa digoyang. Ya nggak bos? (motorplus-online.com)

Yamaha Jupiter MX 135LC, Bore Up dan Stroke Up 215 cc

Modif Yamaha Jupiter MX 135LC, 2006 (Tangerang)

Yamaha Jupiter MX 135LC milik Dedy Wahyudi ini sudah 215 cc. Untuk mencapai kapasitas 215 cc, tentu harus main bore up dan stroke up. Paling pertama dilakukan bore up dengan cara menggunakan seher piston CBR 150R oversize 250. Jadi, diameternya 66 mm.

Boring pun ikut diganti pakai punya Honda Tiger. “Supaya piston bisa masuk ke silinder blok,” jelas Kiki Pramono asal bengkel Nusantara Motor di Jl. Ciledug Raya, Gg Langgar, No. 55, Tangerang.

Menggunakan seher dan boring segede itu, dipastikan mengganggu water jacket atau saluran air pendingin. Supaya tetap menggunakan pendingin air, ditutup dan dibikin jalur baru. Masuk dari atas dan keluar dari bawah.


Klep EE dikecilin jadi 26/23 mm, Blok silinder diganjal 6 mm

Setelah itu disusul main stroke up. Supaya langkah lebih panjang, posisi pusat big end digeser 2 mm. Naik-turun 2 mm, jadinya stroke total bertambah 4 mm. Sehingga total langkah piston kini 62,7 mm.

Jadinya bisa dihitung kapasitas silindernya. Dari diameter seher 66 mm dan stroke 62,7 mm. Volume silinder kini 214,4 cc, atau kalau digenapkan jadi 215 cc.

Namun akibat naik stroke dan diikuti pemakaian setang seher asli Kawasaki Ninja 150R, dipastikan posisi blok harus diganjal. Dimaksudkan agar seher tidak mentok kepala silinder. Apalagi setang milik Ninja lebih panjang 4 mm.

Abas, panggilan akrab Dedy Wahyudi menggunakan paking tebal dari bahan duralium. “Tebal paking ini 6 mm,” jelas Abas dan Kiki kompak.

Untuk mengimbangi silinder yang sudah bengkak, klep isap dan buang diganti. Pakai yang ukuran payungnya lebih lebar. Dipilih klep yang punya kode EE, aslinya klep ini milik Mitsubishi Lancer. Standarnya klep ini punya ukuran 31 mm untuk klep isap dan 25 mm untuk ex.

Namun dipasang di head MX dibikin kecil. Klep isap dibuat 26 mm dan ex 23 mm. “Pemakain klep EE dirasa lebih kuat karena batangnya 5 mm dan panjang klep bisa diatur dengan cara dibubut,” tambah mekanik yang berbadan subur itu.

Selain itu, pengabut bahan bakar diganti yang lebih gede. Aplikasi karbu Keihin PE 28 yang direamer jadi 31 mm. Diseting dengan aplikasi main-jet 150 dan pilot-jet 58.

Kemudian pengapian dibikin total loss. “Magnet dibubut agar ringan dibikin jadi 750 gram,” jelas Kiki yang biasa dipanggil Kidut Geboy itu.

Untuk mengatur timing pengapian dipilih CDI BRT I-Max. Klop dipadukan dengan koil YZ orisinal. “Selain api pembakaran lebih besar, torsi lebih cepat dan tarikan atas sampai bawah ngisi terus,” tegas Abas.

Pekerjaan terakhir benahi aliran gas buang. Knalpot orisinil diganti. Sebagai gantinya, dipakai jenis model free flow buatan sendiri. “Knalpot sangat berpengaruh pada power mesin. Karena pembuangan akhir mesin yaitu dilubang pembuangan,” tutup Abas yang rambutnya beruban itu. (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Pelek : Champ 1,40×17
Ban depan : Comet 60/90×17
Ban belakang : HUT 60/90×17
Cakram : TDR

Kem WRD, Untuk Yamaha V-ixion, MX dan Mio Bore Up

Untuk meningkatkan tenaga motor, paling gampang dengan cara bore up. Namun harus diimbangi dengan penggantian kem supaya suplai bahan bakar lebih banyak dan seimbang.

Salah satunya  aplikasi kem merek WRD ini. Kem ini direkomendasi untuk Yamaha MX 135LC dan V-ixion. Juga tersedia juga untuk Mio. Ditawarkan Rp 300 ribu.

Gas pol ke MCC Motorsport di Jl. Batu Ampar I No. 100, Jakarta Timur. Atau telepon dulu ke (021) 927-89-77.   (motorplus-online.com)

Paket Bore Up Yamaha Jupiter MX 135, Buat Harian Cukup 150 cc

OTOMOTIFNET – Meski kapasitas mesin Yamaha Jupiter MX 135 sudah cukup besar (135 cc), tapi banyak pemiliknya yang ingin bore-up. Alasannya, “Biar tarikan bawah gak berat dan lebih gigit. Sebab tarikan awal itu penting buat unjuk gigi,” kata Heryanto warga Tomang, Jakbar, salah satu pembesut ‘motor Komeng’  ini.

Nah, untuk mengatasi problem seperti di atas, OTOMOTIF pun lantas cari solusi. Akhirnya, berhasil mendata beberapa bengkel racing yang menawarkan paket mengatrol tenaga bebek super ini. Berikut ini, beberapa bagian penting yang mesti diubah.

Piston
Seperti biasa diganti yang diameternya lebih besar. Pilihannya, ada seher Suzuki Thunder 125, Honda Tiger, Yamaha V-Ixion dan Yamaha Scorpio Z. “Sebenarnya mem-bore-up pakai piston Thunder 125 sudah bisa melonjakkan kapasitas mesin jadi 150 cc, dan itu pas untuk pemakaian harian. Lebih dari itu pasti kurang enak dan getaran mesin terasa sekali. Kecuali buat balap, ya,” kata Sarjana bos bengkel Sweet Martabak Racing (SMR), di Jl. Joglo Raya No.165, Kembangan, Jakbar.

Gbr 1
Gbr 2
Gbr 3

Kalau di ajang drag race, biasanya pakai seher Honda Tiger, volume mesin pun terkatrol jadi 250 cc dan jika memilih Yamaha Scorpio Z lebih gila lagi, kapasitas mesin langsung membengkak jadi 300 cc. Sayang kan, kalau buat harian.

“Tapi ada juga yang memasang satu set blok Yamaha V-Ixion berikut seher, ring, pen dan pakingnya. Hasilnya sama kayak pakai seher Thunder. Bedanya, gak perlu mengubah mesin, jadi kalau mau bikin standar lagi lebih gampang,” jelas Herry C pemilik gerai IMMAX Speedshop (gbr.1).

Koil dan CDI Racing
Ikut dimaksimalkan lewat pengaplikasian produk aftermarket.  “Ini demi meningkatkan lompatan bunga api di busi. Agar kerja mesin lebih ringan dan optimal,” urai Sigit dari bengkel Anchezher Junior, di Jl. Panjang Kelapa Dua No.31, Jakbar.

CDI pun banyak ragamnya, bisa pilih Rextor, BRT, FCCI dari Thailand, bahkan ada yang memakai CDI punya Yamaha Mio (standar). Untuk koil, tipe favorit dari para jago kilik ini tetap memilih koil Yamaha YZ 125 (gbr.2). “Api busi lebih besar, mengimbangi pembakaran di ruang mesin yang besar dan efeknya, tarikan juga lebih gahar, tuh!” timpal Herry yang buka gerai kawasan Jl. Jeruk Bali 3 No.8, Kepa Duri, Jakbar.

Karburator dan Knalpot
Peranti pengabut juga penting mengadopsi tipe racing. “Umumnya karbu yang dipilih tetap pada PE berventuri 28 mm. Selain relatif lebih terjangkau, entakan tenaga yang dihasilkan juga lumayan galak,” ungkap Sigit yang besutannya sudah pakai karbu itu (gbr.3).

Sedang knalpot sebagai pendukung kinerja dapur pacu lebih mantap turut mengandalkan model kompetisi. “Kalo tipe racing, pada bagian dalam silencer-nya sengaja didesain tidak terlalu banyak sekat atau saringan, sehingga gas buang pun keluar lebih plong,” imbuh Kancil panggilan akrab Sarjana.

Paket ala SMR (Telp.021-9206-9877)
150 cc (Rp 1,6 juta): Piston set Suzuki Thunder 125, CDI Yamaha Mio dan knalpot racing custom, Noken as custom, porting-polish + setting

300 cc (Rp 10,2 juta): Piston set Yamaha Scorpio, koil YZ125, Klep in/out Thunder 125, gigi rasio custom, CDI Rextor program, knalpot racing, karbu PE 28, Noken as racing, stroke-up, porting-Polish + setting

Paket ala Anchezher Junior (Telp.021-94215116)
150 cc (Rp 3 juta): Piston set Thunder 125, noken as CLD-Kawahara, CDI BRT dualband, knalpot SKR, karbu PE 28, porting-polish + setting

250 cc (Rp 5 juta): Piston set Honda Tiger, magnet papas, Stroke-up, klep in/out custom, balancer setting, CDI BRT, gigi rasio, karbu PE 28, noken as custom, koil YZ125, knalpot racing, porting-polish + setting

Paket ala Immax Speedshop (Telp.0856-1838813/021-98602680)
150 cc (Rp 3,9 juta): Blok mesin, piston set Yamaha V-Ixion, CDI FCCI (harian), Karbu PE 28, noken as FCCI racing 280, knalpot DBS aluminium

185 cc (Rp 4,7 juta): Piston set 63 mm Shark, CDI FCCI (harian), Karbu PE 28, noken as FCCI racing 330, knalpot DBS stainless