It’s Yamacati

Yamaha Jupiter MX 135LC 2009 (Sintang)

Ubah genre dari bebek ke sport

Ini Yamaha Jupiter MX 135LC! Karena sudah tampil begini, bolehlah teriak wow! Sosok Jupie yang kondang pamornya lewat sosok Komeng, enggak ada lagi. Yang nongol sosok motor sport anyar. “Mau disebut Yamacati MX boleh lah. Soalnya banyak aplikasi peranti Ducati yang terpasang,” kekeh Erick Krisley, sosok biang kerok yang sakses ubah MX jadi begitu.

Spidometer tetap milik MX 135

Yamacati alias Yamaha Ducati. Intinya sih, Erick dari 69 Concept di Jl. J.C. Ovang Orray No. 5, Baning, Sintang, Kalimantan Barat dapat order dari Heri Syefridi. Ia seorang warga Sintang yang punya pekerjaan driver truk tangki solar. Punya angan-angan besar. Ingin nyemplak Ducati, namun adanya Jupiter MX.

Tangki bisa dibuka buat permudah seting mesin

Permintaan yang tergolong extreme karena ubah genre dari bebek ke sport, mewajibkan bikin sasis baru. Frame MX, yang tersisa hanya komstir dan dudukan mesin. “Lainnya custom, bahannya pipa baja 3/4 inci. Rangkaian sasis disesuaikan kaki-kaki limbah dari Ducati. Konsep rangka, mirip Ducati 1098. Karena bentuk faring, tangki, buntut juga tiru tipe itu,” celoteh Erick yang diangguki Donak dan Indra, karyawannya.

Bisa buat boncengan dong!

Peranti limbahnya pun komplitbro, comot dari Ducati 996. Mulai upside down, pro arm lengkap monosok, pelek depan dan belakang serta rem Nissin 4 piston. Sangar tenan!

Sedangkan aplikasi bodi termasuk fairing, tangki, buntut cukup menggunakan fiberglass. Tentunya dimensi bodi disesuaikan rangka custom yang terjalin menggunakan las listrik dan rapi.

Knalpot muncul di buntut!

Uniknya, pengembangan proses bentuk sasis serta bodi tak hanya mengindahkan segi estetika semata. Tapi, juga multifungsi. Dan, itu ada tujuannya. Misalnya bosan dengan fairing serta riding nunduk, bodi tinggal dilepas. Akan hadir sosok motor naked bike. (www.motorplus-online.com)

Yamaha Jupiter MX 135LC, Datang dan Menang

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2010 (Bali)


Ada yang beda di gelaran Yamaha Cozztumatic 5, lantaran ada kelas baru. Yaitu, First Entry. Kelas ini sejatinya ditujukan buat para pelajar suka modifikasi dan motor yang dipamerkan belum pernah juara kontes modifikasi. Maka syaratnya wajib bawa kartu pelajar atau akte lahir selain kelengkapan motor.
Nah, di YC 5 yang berlangsung di Lap. Renon, Denpasar-Bali beberapa waktu lalu, Yamaha Jupiter MX135 LC milik I Kadek Wahyu Dwi Esa Putra ini sebagai jawaranya. Padahal aliran modifikasi yang diandalkan I Kadek Wahyu cuma Modif Funky alias Fashion Standar jika turun di salah satu kelas ajang ini.

“Kalau di Bali, mungkin terkenalnya Modif Funky. Gaya modifikasinya enggak neko-neko tetapi wajib tampil elegan. Makanya saya pilih warna biru cerah plus krom di beberapa komponen. Dan ini, jadi indentitas kami di komunitas Injected,” ucap warga Jl. Sayan, Ubud, Gianyar-Bali.


Untuk urusan bodi, memang nggak banyak ubahan yang radikal. Paling terdapat pemasangan part variasi macam spidometer, odometer, ampere bensin di masing-masing sayap. Bikin ramai lagi, di tengah cover bodi kasih oil cooler pajangan plus stabilizer ke arah setang.

“Kesan funky bisa dilihat pada pemasangan emblem Yamaha di moncong sepatbor depan. begitu juga dengan penggantian mika lampu depan, sein juga lampu rem belakang yang warnanya senada. Agak sedikit centil, stiker corak tribal melekat di tebeng depan dan buritan,” imbuh I Kadek Wahyu yang menyerahkan modifnya ke Wahyu Injected.

Kelir biru cerah pun dipadu komponen yang dikrom biar berkesan motor rapi dan bersih. Makanya, tabung sok depan dibikin kinclong berikut kaliper dan adaptornya. Semua tampak seimbang dengan pemilihan handle grip serta spion yang berwarna kinclong. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban : FDR Sport MP27
Pelek : Takasago Excel
Knalpot : SND Racing
Slang rem : Variasi
Stablizer rantai : Variasi

Yamaha Jupiter MX 135LC, Ceper Bergaya Adventure

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2012 (Jambi)

Di komunitas Jambi Auto Modified (JAM) yang bermukim di kota Jambi, para punggawanya punya kebebasan berekspresi dalam hal memodifikasi tunggangan. Meskipun modif aliran ceper dan pelek lebar dari ban (chamber) jadi main frame klub yang beranggotakan 12 orang itu.

“Selain motor mesti ceper dan pasang ban chamber, kami memang dibebaskan mengembangkan modifikasi. Makanya teman-teman sudah ada yang mengarahkan modif aslinya ke gaya fungky style, adventure atau dab city biar kelihatan lebih variatif,” ujar Febriansyah Armanto alias Rian salah satu anggota JAM.

Karena bebas memilih, Rian lebih mengarahkan motor cepernya bergaya adventure. Dimana, peranti-peranti khas turing biasa ditempelkan di motor. Seperti pemasangan handguard produk variasi di bagian ujung setang kanan-kiri. Part tersebut kerap dipakai motor-motor penjelajah.

Selain handguard juga terpasang wadah tempat minum khas motor turing yang dibeli satu paket dengan botol air. “Untuk wadah air pasang di balik cover batok lampu. Semua itu, saya pasang sendiri karena tidak terlalu sulit memasang dan menempatkannya,” imbuh warga Jl. Terminal Baru, Sintang Limbo, Jambi.

Lantas untuk modifikasi ceper yang dilakukan Rian di tunggannnya, terbilang simple. Tanpa banyak ubahan, kesan motor ceper sudah dapat terlihat jelas.

“Sok depan dibikin ceper dengan cara mengambil pegas di dalam tabung sok. Makanya pipa teleskopik mentok sampai bawah tanpa kuras oli. Sengaja tidak dikuras karena kalau mau balik ke standar, tinggal masukan lagi pegas ke dalam pipa,” imbuh karyawan di salah satu toko HP merek Wellcomm.

Lantas untuk kaki belakang, biar kelihatan ceper, Rian akui tidak ada yang diubah di bagian itu. Cuma yang bikin motor ini terlihat rendah, karena sepatbor belakang diganti punya Honda CS1 dan juga pasang sepatbor kolong Yamaha Byson.

“Karena sepatbor belakang terlalu rapat dengan buritan, makanya jadi kelihatan kayak ceper,” aku Rian yang dapat juara II kelas Bebek Fungky ajang Jambi Auto Contest.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 70/80-17
Ban belakang: Corsa 80/90-17
Pelek: Champ
Cakram depan: TDR
Sepatbor kolong: Yamaha Byson

Yamaha Jupiter MX 135LC, Gas Gas Versi Pahe

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2007 (Solo)

Tukang insinyur’ pabrikan Gas Gas dari Spanyol sono, bakal gumun (heran; red) dan akan mengernyitkan dahi sampai berkerut. Itu jika mereka melihat motor trial ini.
Trail ini diberi nama Gesges MX oleh ownernya, Ronny Hotapea. Beneran, bro! Pasalnya Gesges MX gawean Solo, Jawa Tengah ini pede bila bersaing tampilan dengan Gas Gas TXT Pro 250, yang belakangan ini banyak beredar di Solo.

Monggo deh amati detilnya! Apik tenan, rapi jali. Makanya boleh kali ya, disebut versi kw alias atawa paket hemat. Soalnya, yang dipakai buat basis pacuan berasal dari Yamaha Jupiter MX 135LC.

Intinya bukan sembarang KW. Soalnya selain detail pas, dari segi performa juga sip. Contoh, kaki-kaki. Ronny begitu sapaannya, dari motor trial.

“Sokbreker depan pakai Serco. Kalau swing arm beserta monosok dicomot dari Gas Gas. Pelek dan ban, pakai spek trial tuh. Biar sip melibas gunung batu segede rumah. Kan traksinya dapat terus,” bangga Ronny begitu sapaannya. Wowww..!!

Ronny yang tergabung pada komunitas ATC (Adventure Trail Community) Solo, memang enggak sembarangan ngebangun semplakan bebek yang ngetop dengan ikonnya Komeng.

Pria yang berkulit putih dan doyan blusukan dengan motor trail itu, sampai libatkan beberapa bengkel modifikasi, untuk wujudkan trial impiannya. Tujuannya, soal tampilan juga performa.

“Saya pakai 3 bengkel sekaligus. Soalnya masing-masing bengkel itu piawai pada bidangnya,” alasan warga Palur, Solo yang sebenarnya bisa menebus versi asli Gas Gas.

Singkatnya sih, ada beberapa bengkel yang dirujuk. Diantaranya Budi Kieng dari Loeck Racing Karanganyar, kebagian susun frame dan masukan mesin ke rangka kustom dari pipa baja seamless itu.

“Sudut rake komstir, bentuk serta ukuran sasis, menyadur dari Gas Gas TXT Pro 250. Pengelasannya rapi dan kuat. Buktinya motor sudah dihajar di trek bebatuan. Enggak ada tuh sasisnya yang melintir,” kekeh Ronny.

Selain Budi, ada pula nama Hendro Modified yang bercokol di belakang kampus UNS. Dia ini kebagian job bikin tangki yang kapasitasnya hanya 2,2 liter. sekaligus, bikin filter karburator yang berfungsi sebagai filter dan rumah aki. Uniknya komponen itu dibuat dari aluminium sehingga meringankan bobot motor.

Finishing dan perawatan, diserahkan ke Dewo dari bengkel Suta Racing, Jagalan. “Soal lengkungan pipa knalpot, itu garapan saya bro. Silencer ambil dari Yamaha YZ 125. Namun dalamnya sudah dibobok, supaya tenaganya keluar,” bangga Ronny. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Dunlop Trial 2,75×18
Ban belakang : Dunlop Trial 4,00×18
Sok depan: Sherco
Rem depan: Honda GL Pro
Rem belakang: KTM 85

Upgrade Performa Yamaha Jupiter MX, Power 2 Kali Lipat

Test Produk

Beberapa komponen parts peningkat performa sepeda motor tinggal pilih sesuai selera. Bukan hanya untuk motor matik saja yang mulai ramai di aplikasi. Untuk motor bebek seperti Yamaha Jupiter MX juga ada.

Merek partsnya juga cukup banyak. Sekarang yang terbaru dari TK Racing. Tersedia blok, ceramic siroline, piston 62 mm, kem, karburator TK PE28 dan CDI TK. Sedangkan knalpot pakai produk aftermarket yang cukup banyak di pasaran.

“Sebenarnya beberapa parts ini sudah tahap riset. Tapi, belum dipasarkan luas. Rencananya dalam waktu dekat akan dilaunching,” kata Agung Nugroho, Technical Consultant Polaris Racing 99. Kesempatan ini tak dilewatkan. Setelah tahap riset, parts racing dijadikan obat penasaran MOTOR Plus.

Untuk membuktikan kemampuan produk ini, Yamaha Jupiter MX keluaran 2009 dijadikan kelinci percobaan. Motor langsung dibawa ke mesin dynotest yang dipunyai Polaris Racing 99 di Jl. Kebon Jeruk III, No. 99, Jakarta Barat.

Power standar Yamaha Jupiter MX pada pengetesan pertama mencapai 11,8 dk pada 8.380 rpm. Sedangkan torsi mentok di angka 11,18 Nm. Hasil tes awal ini menjadi tolok ukur kemampuan motor untuk tes selanjutnya. Gede amat powernya? Bisa jadi kalibrasi dinotesnya beda.

Hasil standar sudah didapat. Selanjutnya, motor yang dipakai untuk kendaraan harian ini langsung dibongkar. Makanya ubahan parts yang dipasangnya ini juga terlalu ekstrim. “Piston yang berdiameter 62 mm juga tak terlalu riskan bikin mesin rewel di jalan,” jelas Agung.

Setelah hasil tes awal ini, setingan mesin berikut dengan parts baru yang sudah terpasang juga disesuaikan. Namun penyesuaiannya juga enggak kelewat ekstrim. “Namanya juga buat motor harian,” timpal Agung lagi.

Enggak banyak bicara langsung motor kembali running di atas mesin dyno. Motor digeber beberapa kali sampai teriak di rpm 8.000 lebih. Hasil akhir power yang didapat memuaskan. Power mencapai 24,2 dk dan torsi meraih 20,20 Nm.

Dengan hasil power segini sebenarnya masih bisa naik lagi. “Iya, soalnya stroke masih standar. Kalau ikut diganti atau custom ulang dijamin bisa lebih maksimal lagi,” semangat Agung yang bisa dihubungi di nomor 0857-8157-3606. (motorplus-online.com)

Hasil Tes
Rpm   Power  Torsi
8.206  18,9  16,84
8.873  24,2  20,20
8.860  24,2  20,18
8.926  21,3  17,55
9.551  20,3  15,56
10.143 19,8  14,29
10.663 19,4  13,27
11.085 18,3  11,95
11.569 17,5  11,01
11.930 14,9  9,03

Standar
Rpm   Power Torsi
6.500 9,9   10,80
6.589 10,4  11,18
6.750 10,5  11,01
7.000 10,6  10,81
7.250 10,9  10,73
7.500 10,8  10,28
7.750 11,2  10,32
8.000 11,5  10,21
8.250 11,4  9,85
8.380 11,8  9,99

Yamaha Jupiter MX 135LC, Senang Masih Bisa Juara

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, 2005 (Tasikmalaya)
Meski turun peringkat, modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC garapan Yana Herdiana masih bisa menang di Yamaha Cuzztomatic 5. Di kelas yang sama, Non Matic Fashion Advance, tunggangannya kini di posisi ke-2. Padahal event Yamaha Cuzztomatic 4 lalu jadi juaranya.
“Target sih juara lagi di YC 5. Cuma apa daya, persaingan sekarang cukup ketat dan saya punya waktu sedikit untuk memaksimalkan ubahan. Makanya motor ini turun apa adanya dan nggak banyak ubahan,” ujar Yana yang tinggal di Jl. Pasar Kidul No. 65, Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Cuma biar event YC 4 sudah lama bergulir, Yana masih konsisten menjaga motor ini tetap enak dipandang. Mengusung tema modifikasi racing look, motor ini sudah alami sebagian ubahan sesuai regulasi di kelas tersebut. Seperti penggantian tebeng depan Yamaha New Jupiter Z.

“Lampu sein di tebeng depan saya jadikan lampu utama. Lalu bagian atasnya dicustom ulang buat dudukan windshield. Ubahan ini sebagai efek dari penggantian setang jepit variasi buat V-ixion yang terikat di adaptor. Makanya dilihat dari depan, mirip tebeng depan motor balap,” aku warga Kota Salak sebutan tempat tinggalnya.

Untuk bagian bodi tengah masih andalkan aslinya. Cuma berhubung aliran modif racing look, buntut belakang dicustom biar kelihatan meruncing plus disertakan dudukan lampu rem dan pelat nomor. Makin sempurna konsep modifnya, lengan ayun asli diganti model pro arm. Sempurna. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban : Swallow dan Dunlop
Pelek  : Daiichi dan NSR SP
Sok depan : Gazi
Kaliper depan : Kitaco
Knalpot : Nobi Racing
 

Komparasi Speedometer New Jupiter MX vs GPS + Konsumsi BBM New Jupiter MX

Waktu Rider_man sedang browsing Rider_Man menemukan blog yang bahas tentang perbandingan Speedo meter MX dan GPS. Menarik memang. Untuk itu Rider_Man mengcopy Blog tersebut mentah-mentah. Semoga bisa memberikan info yang bermanfaat.

Komparasi Speedometer New Jupiter MX vs GPS [part 1] 26 Februari 2012

hari ini tepatnya, saya melakukan tes speedometer New Jupiter MX vs GPS….di artikel sebelumnya ane jga sudah membahas aplikasi GPS yg digunakan, lebih tepatnya disini

nah, alat tes sudah di persiapkan…mulai dri Alat yg digunakan untuk mengukur kecepatan di GPS, sampai HP Cadangan untuk memotret Odometer….

yup, langsung dilihat saja hasilnya…

pertama-tama sebelum brangkat saya memotret Odometer di Speedometer untuk mengukur perbedaan Odometer dgn di GPS…tak lupa mengaktifkan Aplikasi Speedview yg diintegrasikan dgn GPS untuk melihat Odometer menurut perhitungan di GPS…lalu saya branjak k tempat tes yg brjarak sekitar 2 kilometer dri rumah ane…stelah brada di tempat uji tes…saya langsung brsiap untuk tes akurasi speedometer dgn GPS…(nah, disini masalahnya…ane lupa ambil screenshoot Odometer di GPS n di Speedometer…malah ane hapus perhitungan Odometer di GPSnya…hadew…next artikel aja dah saya bahas tentang Odometer…)

gigi 1 dimasukkan, jalan pelan dan perlahan melihat speedometer sampai kecepatan 20 kpj…setelah di rasa pas…langsung ke pinggir jalan untuk melihat hasilnya…wow, di GPS tertera 19 kpj…hemm…cukup akurat…

Speedometer NJMX 20 kpj di GPS 19 kpj

lanjut untuk mengukur kecepatan 40 kpj…dri gigi 1 pindah ke gigi 2…lihat speedometer sampai kecepatan 40 kpj…setelah selesai berhenti lgi, lihat hasilnya di GPS tertera 38 kpj…deviasinya meningkat…

Speedometer NJMX 40 kpj di GPS 38 kpj

lanjut lgi…kali ini kecepatan di speedometer sampai 60 kpj…sudah dirasa cukup…minggir lgi :D
hasilnya di GPS 58 kpj…deviasinya tidak brubah…

Speedometer NJMX 60 kpj di GPS 58 kpj

kali ini jalanan di rasa cukup untuk mengukur kecepatan 80 kpj…pelan2 sampai kecepatan pas d 80 kpj di speedometer…lalu perlahan jga berhenti sambil menghidupkan lampu sein…kali ini, beberapa rider lain melihat tingkah laku saya yg jalan lalu berhenti sampai beberapa kali (maklum mas bro, uji tes tidak d ukur hanya sekali, tetapi d tes beberapa kali krna cukup ramai di jalanan)….mereka menaruh curiga trhadap ane, tpi ane diam saja pura2 gak tau :D
ya, lanjut lihat hasil 80 kpj di speedometer tadi n di GPS tertera 77 kpj…wow…nambah euy deviasinya…

Speedometer NJMX 80 kpj di GPS 77 kpj

mau lanjut untuk mengetes akurasi kecepatan 100 kpj di speedometer dgn GPS…tpi melihat kondisi jalan tidak mendukung saya urungkan niat…so, untuk artikel selanjutnya saya akan bahas tentang Deviasi Odometer speedometer NJMX dgn GPS n insya allah saya bisa ngukur topspeed dgn GPS serta konsumsi BBM menggunakan Premium n Pertamax…Doakan saja smoga tidak ada kendala….

monggo mas bro semua, share pendapatnya tentang hasil di atas….:D

Komparasi Speedometer New Jupiter MX vs GPS [part 2] 28 Februari 2012

nah, akhirnya kali ini ane kesampaian ngelanjutkan artikel yg kurang dri Komparasi Speedometer New Jupiter MX vs GPS [part 1]  tentang akurasi Odometer n komparasi kecepatan speedometer New Jupiter MX dgn GPS…untuk tes konsumsi BBM next artikel mas bro…

untuk hasilnya mari simak di bawah ini..

jam 19.00 WIB tepatnya setelah menunaikan ibadah Sholat Maghrib n tak lupa berdoa untuk meminta keselamatan saat mengadakan tes ini…(yup, biar berjalan dgn semestinya di tambah daerah yg untuk melakukan tes adalah tempat yg sepi sunyi hanya ada pepohonan sawit di kanan-kiri, kebayang gak klw motornya ampe mogok..wih, serem dah mas bro :???:)
yup, lanjut…yg pertama adalah tes Odometer Speedometer dgn GPS…sebelum brangkat sempat jepret Odometer di Speedometer…

kilometer brada di angka 13.744,4…selesai jepret langsung aktifkan GPS, kemudian langsung ngacir menuju tempat tes sekitar 7 kilometer dri rumah…ssampai d tempat tes, foto lgi jarak tempuhnya…hasilnya

Odometer di Speedometer menunjukkan angka 13.751,5…artinya jarak tempuhnya 13.751,5-13.744,4 maka sudah brjalan sejauh 7,1 kilometer,  liat di GPS…wow :shock:…tertera angka 6,99 kilometer, jdi penyimpangan Odometer Speedometer New Jupiter MX dengan GPS (7,1 kilometer – 6,99 kilometer = 0,11 kilometer)..hem…akurat ga ya…

selesai melakukan tes Odometer, lanjut tes kecepatan puncak New Jupiter MX dgn GPS…sesuaikan GPS dlu, lalu ancang2 motor siap d geber…brrrmmm…gas d pelintir, tak butuh lama kecepatan  menyentuh 100 kpj…tak disangka di depan ada truk yg jalan pelan, jdi topspeed tidak bisa d ukur, langsung ngerem mendadak…tpi sebelum mengerem mendadak kecepatan di speedometer sempat saya tahan di 100 kpj…hasilnya di GPS trtera angka 95 kpj…deviasinya nambah…:-D

di Speedometer 100 kpj di GPS 95 kpj

ehm…sudah biasa mas bro…krna daerah tempat saya tes adalah tempat jalan truk2 besar n mobil pribadi…lanjut, tak menyerah…kali ini d coba lgi semoga brhasil…yup, motor d geber lgi sampai kecepatan tembus di atas 100 kpj…di depan ada beberapa motor trlihat, tak d sangka d depan trnyata adalah motor Scorpio Z lawas…saya sempat ragu untuk memotongnya…tpi ane lanjutkan saja, ketika ane hendak menyalip si Scorpio Z tak d sangka apa yg ane pikirkan trnyata betul…ridernya langsung menambah kecepatannya jga n menutup jalan saya tak memberi celah untuk memotong…ane tahu betul, klw si Scorpio Z ane lawan ane ga bakal menang krna trek d depan trpampang 3 kilometer lebih jalan lurus…ane usahakan kecepatan tetap stabil d angka 110 kpj…dirasa sudah pas, ane mengurangi kecepatan membiarkan si Scorpio Z di depan…liat di GPS, trnyata tertera angka 105 kpj…deviasinya tidak brtambah…

di Speedometer 110 kpj di GPS 105 kpj

sempat kesal melihat ulah rider Scorpio tersebut…tpi ya sudahlah (kaya lagunya bondan :-D)…
hasil d atas berdasarkan hasil tes kenyataannya mas bro, tidak ada yg d kurang atau d lebihkan…semua brdasarkan alat tesnya…
monggo mas bro, berikan komentarnya…oya, nantikan jga artikel2 selanjutnya…

Konsumsi BBM New Jupiter MX pakai Premium tembus 47 km/liter 29 Februari 2012


selamat sore mas bro semua…
ehm…kali ini ane mau share aja konsumsi BBM New Jupiter MX menggunakan Premium, memberikan bukti bahwa di tulisan Overall tentang New Jupiter MX konsumsi BBM menggunakan Premium rata2 di kisaran 45-48 kilometer/liter…yup, monggo simak hasilnya mas bro…

sebelum melakukan tes konsumsi BBM, alangkah baiknya mengisi Bensin sampai kondisi full di SPBU terdekat…setelah mengisi full dengan Premium, ane cari tempat agak jauh dri SPBU untuk mengambil gambar kilometer Odometer untuk perhitungan…

tertera angka di Odometer 13.709,85 dan Bensin dalam keadaan full…selesai jeprat-jepretnya, langsung branjak untuk melakukan tes…tesnya brdasarkan pemakaian harian rumah-kuliah yg brjarak 28 kilometer dgn kondisi jalan ramai lancar khas jalanan Medan n tak jarang trjadi kemacetan…jga kecepatan rata2 antara 40-80 kpj…pada artikel Komparasi Speedometer New Jupiter MX vs GPS [part 2] disitu dilakukan tes GPS dgn kecepatan 100 kpj sampai 110 kpj, dalam tes tersebut tak jarang motor d geber beberapa kali pada kecepatan di atas 100 kpj…dan disaat tes GPS tersebut Konsumsi BBM sedang dilakukan (ibarat pepatah sambil menyelam dua tiga pulau trlampaui :-D )…setelah jarak tempuh dirasa cukup pada tes konsumsi BBM kali ini, langsung k SPBU buat isi Premium sampai full lgi…kali ini gak lupa minta “Kwitansi Pembayaran” ma Tukang bensinnya…

tertera jelas bensin Premium diisi sampai full butuh 1,3 liter….langsung cari tempat untuk foto Odometer…tertera di Odometer angka 13.771,0

hasilnya 13.771,0 - 13.709,85 maka jarak tempuhnya totalnya 61,15 kilometer, lalu di bagi dgn Bensin Premium yg trpakai sebanyak 1,3 liter maka hasil rata2 1 liter Premium dapat menempuh jarak 47,03 kilometer
yup, itulah mas bro hasil dri konsumsi BBM New Jupiter MX…data tidak ada yg dilebih atau dikurangkan…semua brdasarkan hasil…mungkin krna New Jupiter MX menggunakan Karburator Vakum maka bisa d dapat angka segitu…untuk tes Konsumsi BBM dgn Pertamax, mungkin rada sulit mas bro semua..krna d daerah ane harga Pertamax oktan 92 mencapai Rp 9700/liter…wew..:cry:

monggo mas bro semua berikan komentarnya…
tetap tongkrongin blog ane untuk mendapatkan artikel2 menarik lainnya :D

Overall tentang New Jupiter MX 26 November 2011

sedikit berbagi cerita setelah memakai New Jupiter MX keluaran versi 2011

sebelum membeli nih motor, dlu ane sempat memakai motor Thunder 125 keluaran tahun 2007 (punya ayah) n Vixion keluaran tahun 2009 (punya abang) serta Supra X 100 keluaran tahun 2003 (punya ibu)..

setelah tamat SMA, alhamdulillah ane d terima d salah satu universitas negeri d medan…lokasi ane dgn kampus trcinta lumayan jauh skitar 27-28 kilometer dri rumah atau 40-50 menit dri rumah..

tpi akhirnya tepat pada tanggal 4 Juli 2011 (lama jga padahal dah ngidam sejak November 2010) ane ambil New Jupiter MX, pada saat pertama kali pakai…nih motor sangat nyaman dgn jok lebar+udah trbiasa dgn motor kopling…inreyen jga sesuai dgn buku petunjuk..

stelah menempuh 750 kilometer akhirnya ane ganti oli, tpi saat itu mekaniknya memakai oli Yamalube gold bukan Yamalube sport…ya udah mungkin stok olinya habis, stelah lewat masa inreyen 1000 kilometer..ane coba tes kemampuan nih motor, saat itu dapat 105 kpj tpi gas sudah mentok (mungkin krna msih bru menurut ane)..

waktu berjalan, ane coba mengeksplorasi konsumsi BBM dgn memakai bahan bakar berbeda mulai dri Premium sampai Pertamax…hasilnya cukup memuaskan, 1 liter Premium bisa menenmpuh jarak antara 45-48 kilometer sementara 1 liter Pertamax bisa menempuh jarak antara 50-54.7 kilometer (wow, untuk ukuran motor 135cc ini sudah trgolong irit) mungkin jga krna penggunaan Karburator Vakum…

ane jga sempat heran liat nih motor krna beberapa kali tes topspeed hasilnya ga memuaskan, mentok d 105 kpj…ane kira mungkin motor gagal produksi, salah makai oli waktu servis pertama, settingan ga pas dll (maklum speedfreak)

akhirnya stelah servis 6x+ganti oli 7x dan masa pemakaian udah 6 bulan…ane iseng2 tes topspeed lgi, dgn kondisi jalan sepi saat setelah subuh dgn memakai bahan bakar premium…Gigi 1 d geber sampai 40 kpj, lalu pindah k gear 2 dapat 65 kpj, ganti k gear 3 dapat 90 kpj, gear 4 dapat 107 kpj pindah k gear 5 tembus 120 kpj…saat itu saya rasa msih bsa sampai 125 kpj dgn keadaan motor standar…tpi d depan ada mobil yg menghalangi jalan, jdi saya kurangi kecepatan…

overall, stelah pemakaian sehari2 n pengalaman memakai nih motor…ane simpulkan nih motor trmasuk irit, untuk speed udah trmasuk bgus dapat 120 kpj bahkan sebenarnya bsa lebih, nyaman n enak buat kondisi jalanan macet atau padat…

cuman ada beberapa kelemahannya yaitu kampas rem belakang cepat habis (5 bulan 2 minggu udah habis), suara mesin lumayan kasar dll